Tuesday, January 10, 2012

XPLORKATA

SEKOLAH PENYAIR ® APRESIASI SENI & EKONOMI KREATIF

XPLORKATA

@ sajak-panjang mengalir

RAKYAT-PEKERJA alias rakyat jelata pastinya gampang mencerna yel-yel dan orasi para demonstran. Disatu pihak begitu tetapi dipihak lain SAJAK PAMFLET itu  oposan. Dirasa ganjil oleh orang awam kecuali Pekerja Seni. Ia juga alat kampanye efektif bagi aktivis Kampus Lingkungan-Hidup dan Buruh.

KATA-KATA ALIGARH @ Siapa pengendali pikiran?

# 10.

KATA-KATA ALIGARH @ Siapa pengendali pikiran?

Pepatah leluhur bilang, pikir itu pelita hati salah-pikir itu menyiksa diri.
Jikalau Jikul ditrawang lewat puisi-puisinya tahulah kita makna pepatah ini.
‘’Mulutmu harimau-mu; kata-kataku mencabik-cabik diriku.’’
Bukan karena Jikul bersertifikat ‘’orang hilang’’ tetapi daya-terawang itulah yang kemudian disebut ‘’proses kreatif’’nya sendiri. Baca RIWAYAT TANAH – kuaduk-aduk kubikin bentuk-bentuk – patung peringatan. .

Khusus kata ’Salamalekom’’ – tercantum diawal sebagai kata pembuka naskah ini – sengaja dikutip dari novel SIRENE la Vierge du Maroc. Dalam kisah-cintanya <true-story> Sirene berkeluh-kesah, ‘’Aku selama ini jalan-ditempat.‘’
Ya, tapi itu ‘’bodohnya aku’’ ungkap sang pacar, Agus Indiana koresponden Kompas di Maroko 1998. Dan kata-kata dialah yang menggelitik orang. Bikin orang bertanya pada diri sendiri, ‘’Siapa yang mengendalikan pikiranku ini?.’’

DIBAWAH BENDERA REVOLUSI

# 9

DIBAWAH BENDERA REVOLUSI
JIKUL menahan-diri  –  kegalauannya dipertanyakan; Bung Karno ataukah Pramudya yang  ‘’meracuni’’ Kata-Kata Jikul itu? Ketika ditrawang dokumen yang muncul adalah Tirakatan Malam 1 Suro 1988 di Pendopo Trowulan (Mojopahitan –ed)..
Dokumen dimaksud benang-merahnya ‘’faktor-x’’ ditemukan dalam 7-puisi Jikul ditulis tahun 1988 plus satu berjudul ‘Megatruh Masa-Bocah’’ – ditulis tahun sebelumnya (1987).

SIKON NEGARA dalam penampakan di Trowulan itu bahwa Jenderal M.YUSUF disandingkan dengan IBU KITA KARTINI.  Sayangnya penampakannya beralih ke Keraton Solo; yang ketiban pulung ‘’tahta’’ adalah Pangeran Sudjiwo.

hidupkan kata-katamu

# 8

hidupkan kata-katamu
JIHAD JIKUL @ Dampak Film G30S/PKI

Sikon Negara pada 1980-an adalah bahwa SKETMASA diterbitkan kembali; majalah ‘’Tempo’’nya-ORLA ini menjual judul <di cover edisi khusus> tercetak mencolok  WAWANCARA MISTIK DENGAN KARTOSUWIRYO – tapi langsung dibredel Sukarno Dirjen PPG kala itu. Apanya yang ditrawang?


Sejarah Kita Belum Berubah..!!

# 6

Sejarah Kita Belum Berubah..!!
ALAMAAAK…kang Jikul masih juga bermimpi. Jelas aja penghuni kuburan Purwoloyo mustahil saksikan sejarah kita berubah. Lha wong anak negeri (DPR-DPD-MPR) di Senayan dan Kepala Pemerintah malah ‘’mati-suri’’ daripada harus  bertanggungjawab. Lagi pula dibalik panggung – mumpungisme selingkuh.com – hingga detik ini sandiwara masih berlangsung.


IKLAN JIKUL @ PAMFLET PKI-SWASTA

IKLAN JIKUL @ PAMFLET PKI-SWASTA

Kenapa JIKUL ditrawang abizzz?!  Begitu tanya Pangeran Sunan Drajat <alias Viddy Daery dengan novelnya itu> Jawabnya, mengapa ‘’Rendra Berguru pada Rakyat’’ – ke Cak Markeso? seniman ludruk-jalanan di Surabaya itu.  
<topik Rendra berguru ditulis di Kompas 1980-an –ed>
/

diperlakukan seperti batu

# 7

diperlakukan seperti batu
PUSAKA BANGSA NUSANTARA

RAKYAT jelata cuma batu kerikil-kah? KULI BATU-kah? Fosil-kah?
KREDO-KATA ‘’batu’’ di Sekolah Penyair diajarkan Sutardji Calzoum Bachri. Penyair bintang < cap Orang Mabok > ini toh akhirnya nangis sesenggukan ketika berada dikaki Ka’bah.
Jiwa orang-Melayu mungkin terdzolimi oleh ‘’Sajak Batu’’nya sendiri. Atau jiwanya disesatkan?  Begitu pula dengan ‘’Orang Jawa Naik Haji’’’nya Danarto. Bagaimanakah orang-Dayak orang-Papua orang-Baduy orang-Timor dan orang lain?  Merekalah orang-orang pemilik sah ‘’Bahasa-Ibu’’nya di Nusantara.